Yuninda Faranika

Yuninda Faranika

Life like what you want to be remembered

Road to 21, Batam | Indonesia

Translate


Russian Portuguese Japanese KoreanArabic Chinese Simplified



free counters

 

Recent Tweets @
Posts I Like

Pertanyaan dari postingan akun tumblr pak mario teguh membuat saya tergerak untuk menjawabnya. Bukan supaya kriteria saya bisa diketahui orang tapi lebih ke selftalk seperti apa sih sebenarnya orang yg saya pinta untuk mendampingi saya kelak kepada tuhan.
Saya punya lumayan banyak teman lelaki karena notabene saya kuliah yang isi populasinya kebanyakan lelaki. Mereka adalah orang baik-baik itu menurut saya. Walaupun kadang kebaikan di zaman skarang terlalu absurd untuk di definisikan *apaan sih. Tidak merokok termasuk salah satu indikator kebaikan menurut saya. Mereka semua (laki-laki teman sekelas) tidak pernah merokok, setidaknya begitu yang terlihat.
Tidak merokok, shalat tepat waktu, saling membantu, dan tulus begitulah mereka. Hampir seperti orang yg saya pinta. Tapi saya harap orangnya bukan diantara mereka. Cause when mate turn be soulmate itu agak aneh menurut saya.
Paragraf diatas memang ga ngejawab judulnya sama sekali ya hhe… Hrusnya ini hanya rahasia antara saya dan tuhan. Tpi saya pngen liat tar ktanya sih ktika wanita benar jatuh cinta dgan seseorang semua kriteria yang ia ingin is nothing *katanya sih.
Okay let me start to list criteria of person who i wish will be my mate :
1. Pria baik, jujur,wise, bertanggung jawab, pekerja keras
2. Pria sayang kelurga, terutama ibunya
3. Baik lisannya, penuh ksih sayang, dan lembut
4. Penyabar
5. Bukan perokok
6. Memiliki pemikiran yang luas terutama dalam menghadapi masalah
7. Dapat menjadi imam keluarga
ini masih belum rinci, saya lanjutkan dalam doa saja. Semoga tuhan mengabulkan.
Batam, Jumat 18 april 2014


:)

:)

(via kurniawangunadi)

rifkihidayat:

– View on Path.

Apa benar kau masih sendiri?

Ku dengar, kabarnya ada nama yang kau sebut usai shalatmu.
Ku dengar, diluar sana mereka berlomba-lomba meraih perhatianmu. Satu persatu mengutarakan niatnya.

Dan ku dengar, tak satupun dari mereka kau terima.

Lantas, siapa yang telah mengisi hatimu?
Apa benar kau masih sendiri?

Ku lihat, kau begitu pandai menjaga diri.
Ku lihat, kau begitu antusias mempersiapkan diri. Mencari ilmu dari beberapa guru. Di lain waktu, kau terlihat mengagumkan saat bermain dengan anak-anak.

Ku lihat tidak ada siapa-siapa di dekatmu.
Apa benar kau masih sendiri?

Lantas siapakah orang yang sering kau sebut dalam doamu? Bila tidak ada siapa-siapa di sana, apa yang membuatmu memiliki dinding yang begitu tinggi?

Lalu, kucari tahu dari setiap teman dekatmu. Siapa yang sedang kau tunggu. Mereka jawab, kehadirkanku.

Benarkah?

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Bandung, 11 April 2014 | H-1 Hari wisuda sarjana :D

Fell sooooo sleeepy
*kasurmanakasur:(

entah kenapa tiap mo kepinang musti buletin tekad dulu ampe bulet-bulet buat gerak kepinang..
*baladamahasiswatingkatakutaakhir

cutesecrets:

Quotes here

cutesecrets:

Quotes here

Jatuh cinta adalah gila yang lumrah.

Menarik sekali memikirkan rencana Tuhan tentang kita. Pernahkah satu waktu dalam hidupmu kamu bertanya-tanya. Mengapa kita harus bertemu. Mengapa aku harus membaca tulisan-tulisanmu. Mengapa kita tidak sengaja berpapasan. Hingga entah siapa yang pertama kali menyapa.

Bila pertemuan kita mengandung rahasia. Maka, rahasia seperti apakah kiranya yang Dia sembunyikan?

Karena darimu aku belajar tentang Tuhan. Darimu pula aku belajar tentang kehidupan. Kau mematahkan keraguan-keraguanku tentang keadilian-Nya. Kau memaksaku dengan buku-buku. Aku membencinya tapi aku tidak pernah bisa menolakmu. Karena aku selalu ingin mematahkan pendapatmu.

Tapi, setiap kali bertemu aku hanya diam saja mendengarkanmu. Lalu, aku mengiyakannya. Kau membuatmu mengenal agama. Sesuatu yang asing sebelumnya.

Menarik sekali kiranya bila aku tahu. Apakah gerangan yang hendak Tuhan sampaikan. Apabila dia mengirimmu hanya untuk membuatku jatuh cinta, aku rasa aku tidak memerlukan semua ini. Bila Tuhan hanya mengirimu untuk duniaku, aku tidak membutuhkannya. Aku hanya bertanya-tanya, kiranya apa yang akan terjadi bila hingga hari ini kita tidak pernah bertemu. Bila aku tidak pernah membaca tulisan-tulisanmu. Bila kita tidak pernah berpapasan dan tidak pernah ada sapa. Dan kita tidak pernah saling mengenal.

Apakah kiranya Tuhan akan tetap mempertemukan kita?

Bandung, 5 April 2014 | (c)kurniawangunadi

what makes the difference is yourself not the other thing :)